ANALISIS PENGGUNAAN HURUF KANA OLEH MAHASISWA BAHASA JEPANG PROGRAM STUDI SASTRA JEPANG UNIVERSITAS HASANUDDIN

Imelda Imelda

Abstract


Kemampuan menulis merupakan kompetensi awal yang diajarkan kepada mahasiswa baru bahasa Jepang. Oleh karena itu, perlu menjadi perhatian serius dalam pembelajaran Bahasa Jepang dasar, menengah, hingga kompetensi tingkat lanjutan. Meskipun demikian, belum ada penelitian-penelitian yang berbasis language aquisation di Program Studi Sastra Jepang menjadi salah satu input untuk mengetahui kemampuan mahasiswa dalam menulis huruf Jepang. Penelitian ini berbasis kualitatif deskriptif dengan menggunakan 20 responden mahasiswa tingkat I, II, dan III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa tingkat I, dan tingkat III lebih cenderung banyak menggunakan huruf hiragana dibanding huruf katakana, sehingga tidak banyak terjadi kesalahan dalam penulisan katakann, sedangkan mahasiswa tingkat II lebih banyak mengeksplor kemampuan menggunakan katakana disusul dengan mahasiswa tingkat L Hal ini disebabkan karena mahasiswa tingkat I dan tingkat II masih menempuh perkuliahan Menulis, sedangkan mahasiswa tingkat III sudah tidak ada perkuliahan tentang menulis kana. Di samping itu, ada beberapa huruf kana yang cenderung di tulis tidak tepat dan bahkan bertukar, seperti huruf hiraganahttp://balaibahasa.org/widyaparwa/public/site/images/restu_sukesti/hiragana_1_26yang ditulis menjadi huruf katakanahttp://balaibahasa.org/widyaparwa/public/site/images/restu_sukesti/hiragana_2_139dan huruf katakana untuk hurufhttp://balaibahasa.org/widyaparwa/public/site/images/restu_sukesti/hiragana_3_63. Penulisan yang tidak tepat berpotensi menjadi error jika pembelajar tidak diberi input oleh pengajar. Hal itu, selain bentuknya yang berubah, juga dapat mengubah arti kata itu sendiri atau bahkan tidak berarti apa-apa.

 

Writing competency is initial competency that is taught to new Japanese university student. Therefore, it should be given serious attention in basic Japanese, intermediate, until advanced level competency. However, there has not been a research on basis of language acquisition in Japanese literature Study program ns one of inputs to acknowledge Japanese writing student competency. This research is based on descriptive qualitative with 20 student respondents of level I, II, and III. The results shows that students of level I and level III Are more likely to use hiragana than katakana, so that there is not much mistake in writing katakana, while students of level II are more likely to explore the ability of using katakana, followed by the students of level I. This is because the students of level I and level II are still taking Writing lecture, while the students of level III have not had kana writing lecture anymore. Besides, there are some kana letters that tend to be written incorrectly and more were exchange, such ashiragana is written intoand forkatakana letter. Incorrect writing potentially becomes error if the students are not given input by the teacher. Thus, beside of the change of form, it also can change the meaning of the word itself or more over it does not mean anything.


Keywords


penulisan; Hiragana; Katakana; mahasiswa; penggunaan; writing; university student; use

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.26499/wdprw.v42i2.96

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats

Indexed by