BAHASA MENUNJUKKAN BANGSA STU DI KASUS XENOGLOSOFILIA DALAM DAFTAR MENU

Tamam Ruji Harahap

Abstract


Tulisan ini adalah sebuah pengamatan kecil terhadap praktik xenoglosofilia sebagaimana sekarang ini luas digunakan dalam ranah sosial kedai kopi atau kafe di wilayah Yogyakarta. Lewat medium daftar menu praktik sosial penggunaan bahasa telah menjadi gelaja patologi sosial di mana identitas dan penghargaan diri semakin termarginalkan dan terabaikan, sementara penggunaan bahasa asing semakin luas dipraktikkan. Tujuan penelitian kecil ini adalah untuk membuat ikhtisar tentang bagaimana penggunaan bahasa asing ini telah menancapkan dominasinya pada banyak komunitas di Indonesia. Dengan menggunakan kerangka analisis wacana kritis Fairclough, tulisan ini akan mengamati dan membahas praktik xenoglosofilia sebagaimana ditemukan dalam menu kedai kopi dan kafe EarthCafe dan kafe Aqeela. Analisis akan berfokus pada kosakata dan idiom dan akan mengabaikan properti-properti linguistik lainnya. Dengan menggunakan analisis wacana kritis, tulisan ini akan berupaya menjawab pertanyaan: mengapa praktik xenoglosofilia semakin luas dan banyak digunakan dalam daftar menu kafe di Yogyakarta? Pengamatan ini mengkonfirmasi bahwa praktik xenoglosofilia merupakan hasil dari dominasi ideologi pasar bahasa Inggris terhadap praktik kultural lokal bahasa Indonesia.

This paper is a smalt investigation on the practice of xenoglossophilia as it is now widely used within the social sphere of coffee-stall and cefin region of Yogyakarta. Through the medium of the menu, the social practice of language use has become such a symptom of "social pathology" in which self-identity and selfregard are getting increasingly marginalized and disregarded, whereas the use of foreign language is practiced more and more.The main objective of this small research is to overview how this use of foreign language has pledged its domination strongly in the considerable part of lndonesian community. By using Fairclough's framaaork of citical discourse analysis, this paper will investigate and discuss the practice of xenoglossophilia as it is found in the menu of coffee-stall and cafEarthCafe and cafAqeela. The analysis will focus on the vocabularies and idioms and will disregard the other linguistic properties. By using the critical discourse analysis, this paper would try to answer the question: why is the practice of xenoglossophilia widely and increasingly used in the menu of cafes in Yogyakarta? The investigation confirms that the practice of xenoglossophilia results from the domination of the market ideology of English language against the locally cultural practice of lndonesian language.


Keywords


praktik sosial, xenoglosofilia, dominasi, wacana, teks, penggunaan bahasa; social practice; xenoglossophilia; domination; discourse; text; language use

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.26499/wdprw.v38i1.8

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats

Indexed by