KONSEP KE-PRIYAYI-AN YANG TEREFLEKSI DALAM NOVEL PARA PRIYAYI KARYA UMAR KAYAM DAN GADIS PANTAI KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER

David Setiadi, Yati Aksa, M. Adji

Abstract


Novel Para Priyayi karya Umar Kayarn dan Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer merefleksikan gejala sosial ketika kedua novel diterbitkan. Dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra dan konsep priyayi dalam tinjauan historis, penelitian ini mengunggkapkan cermin sosial yang muncul dalam kedua novel tersebut. Konsep ke-priyayi-an: status ke-priyayi-an, jenis priyayi, pola kepercayaan, kritik terhadap ke-priyayi-an merupakan upaya kedua pengarang untuk memberikan konsep nilai ke-priyayi-an sebagai bagian dari penuangan gagasan sosio-kultural dalam wacana sastra.

 

Research on the novel Para Priyayi by Umar Kayam and Gadis Pantai by Pramoedya Ananta Toer is an analysis of social phenomena are created when the second novel. By using the sociological approach and the concept of literary aristocracy in the historical review. This study reveals social mirror that appears in the second novel. Based on the results of the study, which appears aristocracy concept include; aristocracy status, type of aristocracy, the pattern of beliefs, criticism of aristocracy, a second attempt to give the concept the author aristocracy value as part of the socio-cultural casting ideas in literary discourse.


Keywords


budaya Jawa; priyayi; novel; Javanesse culture

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.26499/wdprw.v41i1.67

Article Metrics

Abstract view : 85 times
PDF - 83 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats

Indexed by