EKSISTENSI CERITA SI PITUNG PADA ANAK-ANAK MASYARAKAT BETAWI

Tri Amanat

Abstract


Abstrak

Transmisi pengetahuan antar generasi sangat menentukan kelangsungan hidup sebuah budaya oleh karena itu penelitian ini berusaha mengetahui eksistensi cerita Si Pitung pada anak-anak masyarakat Betawi serta penelusuran terkait varian cerita Si Pitung dari tokoh-tokoh yang dianggap memahami tentang cerita ini. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan metode deskriptif analitik dengan pendekatan sosiologi sastra. Pengumpulan data dengan wawancara dan penyebaran kuesioner. Ada tujuh tokoh dijadikan informan dan 105 anak Betawi dijadikan narasumber kuesioner. Mereka  berasal dari tiga daerah permukiman Betawi yaitu; Setu Babakan, Rawa Belong, dan Marunda. 99 responden atau 94% dari seluruh jumlah responden menyatakan “tahu” Si Pitung. Peran keluarga dan lingkungan penting dalam transmisi cerita Si Pitung. Peran tokoh masyarakat dan sekolah/perpustakaan masih dianggap penting sebagai sumber pengetahuan perihal Si Pitung. Kepercayaan bahwa Si Pitung adalah nyata diyakini oleh 99% narasumber. Film berperan besar dalam pembentukan imaji terkait sosok Si Pitung. Mereka berharap pemerintah, swasta, dan media sangat berperan dalam pelestarian cerita Si Pitung.

Kata kunci: Si Pitung, Cerita rakyat Betawi, Eksistensi folklor

 

Abstract

The transmission of knowledge between generations largely determines the survival of a culture, so this study seeks to find out the existence of the story of Si Pitung in the children of the Betawi community and searches related to the variant of the story of Si Pitung from those who are considered to understand this story. This research is a qualitative type with analytic descriptive method with a sociological approach to literature. Collecting data by interviewing and distributing questionnaires. There were seven figures made as informants and 105 Betawi children were used as sources for the questionnaire. They come from three Betawi settlement areas namely; Setu Babakan, Rawa Belong, and Marunda. 99 respondents or 94% of all respondents stated "know" the Pitung. The role of family and environment is important in the transmission of the story of Si Pitung. The role of community leaders and schools / libraries is still considered important as a source of knowledge about Si Pitung. The belief that Si Pitung is real is believed by 99% of the speakers. Film plays a major role in the formation of images related to the figure of Si Pitung. They hope that the government, the private sector, and the media will play a role in preserving the story of Si Pitung.

Keywords: Si Pitung, Betawi’s folklores, existence of folklores


Keywords


Si Pitung, Betawi’s folklores, existence of folklores

Full Text:

PDF

References


Amanat, Tri. 2018. Naskah Drama Suto Mencari Bapak: Sebuah Konkretisasi Resepsi Produktif Puisi Mencari Bapa. Jentera: Jurnal Kajian Sastra, 7 (1), 83—101.Doi: https://doi.org/10.26499/-jentera.v7i1.602

Atar Semi, M. 1988. Metode Penelitian Sastra. Bandung: Angkasa.

Attas, S. G. 2015. Proses Penciptaan Gambang Rancag dalam Konteks, Fungsi, Makna, dan Model pelatihan di Masyarakat. Bandung: UPI.

Chaer, A. 2012. Folklore Betawi: Kebudayaan dan Kehidupan Orang Betawi. Jakarta: Masup.

Damardini, P. 1993. Cerita Si Pitung sebagai Sastra Lisan: Analisis Terhadap Struktur Cerita. Jakarta: Universitas Indonesia.

Damono, S. D. 1978. Sosiologi Sastra, Sebuah Pengantar Ringkas. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Danandjaja, J. 2007. Folklor Indonesia. Jakarta: PT. Pustaka Grafitipress.

Djamaris, E. dkk. 1993. Nilai Budaya dalam Beberapa Karya Sastra Nusantara: Sastra Daerah di Sumatra. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Depdikbud.

Herlina. 2013. Novel Rumah Tanpa Jendela Karya Asma Nadia (Kajian Sosiologi Sastra, Resepsi Pembaca, dan Nilai Pendidikan). Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 1 Nomor 1.

Khairunnisa, M. H. 2011. Eksistensi Cerita Si Pitung di Lingkup Masyarakat Betawi Situ Babakan. Jakarta.

Laurenson, Diana., & Swingewood, A. 1972. The Sociology Of Literature. New York: Schocken Books.

M, L. A. R. 2017. Cerita Rakyat Ondorante Pembentuk Pola Perilaku dan Identitas Masyarakat. Nusa, 12(3), 39–49. https://doi.org/10.14710/nusa.12.3.39-49

Mc Batang Jateng. 2019. Bupati Batang Resmikan Curug Si Pitung. Retrieved September 26, 2019, from https://jatengprov.go.id/beritadaerah/bupati-batang-resmikan-curug-si-pitung/

Miles, M. B. dan A. M. H. 1992. Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber Tentang Metode-Metode Baru. Jakarta: UI Press.

Pradopo, R. D. 1995. Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik dan Penerapannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rafiek, M. 2010. Teori Sastra: Kajian Teori dan Praktik. Bandung: PT Refika Aditama.

Ratna, N. K. 2012. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ruchiat, R. 2012. Asal-Usul Nama Tempat di Jakarta. Jakarta: Masup Jakarta.

Segers, R. T. 2000. The Evaluation of Literary Text. Leiden: The Peter de Ridder Press.

Siregar, F. R. P. 2013. Cerita Si Pitung dan Si Jampang (Suatu Kajian Sastra Bandingan). Universitas Indonesia.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sutopo, H. B. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Surakarta: UNS Press.

Teeuw, A. 1983. Membaca dan Menilai Sastra. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Wiyatmi. 2009. Pengantar Kajian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher.

Yudistyanto, U. M., & Y., U. M. 2013. Pendekatan Sosiologi Sastra, Resepsi Sastra, dan Nilai Pendidikan dalam Novel Pulang Karya Leila S. Chudori”. Semarang: Universitas Negeri Semarang.




DOI: https://doi.org/10.26499/wdprw.v47i2.322

Article Metrics

Abstract view : 197 times
PDF - 74 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats

Indexed by