TRANSFORMASI ALAT PERTANIAN TRADISIONAL KE ALAT PERTANIAN MODERN BERDASARKAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT JAWA TENGAH

Prembayun Miji Lestari, Retno Purnama Irawati, Mujimin Mujimin

Abstract


Nenek moyang masyarakat Jawa memiliki pengetahuan cara bercocok tanam di lahan pertanian dan berbagai macam peralatan pertanian tradisional yang diwariskan secara turun temurun, yang masih sederhana sifatnya, digunakan oleh sekelompok masyarakat secara turun temurun dan merupakan bagian dari sistem teknologi yang mereka miliki menurut konsepsi kebudayaannya. Ada dua jenis alat pertanian yang digunakan, yakni alat pertanian tradisional dan mo-dern. Alat pertanian tradisional bentuknya sederhana dan digerakkan menggunakan tenaga manusia, sedangkan alat pertanian modern digerakkan dengan menggunakan mesin. Transformasi alat pertanian tradisional menuju alat pertanian modern perlu untuk dikaji lebih dalam. Artikel ini akan membahas tentang alat pertanian tradisional yang dimanfaatkan masyarakat Jawa, khususnya Jawa Tengah, berikut transformasi alat pertanian tradisional menjadi alat pertanian modern. Artikel ini berasal dari penelitian yang memanfaatkan pen-dekatan penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi pustaka. Wawancara dilakukan dengan para informan (para petani padi dan petani ladang) yang dianggap mengetahui dan menguasai masalah alat pertanian tradisional di Kabupaten Klaten. Penggunaan alat pertanian tradisional oleh petani ini dengan alasan (1) petani merasa alat pertanian tra-disional lebih tepat dipergunakan daripada alat pertanian modern, (2) area yang diolah tidak luas, (3) mampu menjangkau area yang sempit, (4) praktis dan mudah dibawa serta digunakan, dan (5) harga murah dan alat tersebut mudah ditemukan. Beberapa alat pertanian tradisional telah mengalami transformasi menjadi alat pertanian modern. Alat pertanian modern ini dioperasikan dengan mesin, da-pat dikelompokkan menjadi (1) alat pengolah tanah modern, (2) alat tanam modern, dan (3) alat pemanen modern.

 


Keywords


alat pertanian tradisional, modern, transformasi, kearifan lokal

Full Text:

PDF

References


Ahimsa-Putra, H. S. 2009. “Bahasa, Sastra, dan Kearifan Lokal di Indonesia”. Jurnal Ma-basan, 3(1), 30—57.

Asmara, Rangga. 2017. “Ekplorasi Leksikon Perkakas Pertanian Tradisional Jawa se-bagai Penguatan Konservasi Bahasa Ja-wa”. Prosiding Pertemuan Ilmiah Bahasa dan Sastra Indonesia (PIBSI) 39. Sema-rang: Universitas Diponegoro.

Aswiyati, Indah. 2015. “Perkembangan Petani Padi Sawah di Tondano Sebuah Tinjau-an Sejarah”. Jurnal LPPM Bidang Eko-SosBudKum. Volume 2. Nomor 1 2015. Manado: LP2M Universitas Sam Ratu-langi.

Budhiono, R. Hery. 2017. “Leksikon Alat dan Aktivitas Bertanam Padi dalam Bahasa Jawa”. Jurnal Kandai, 13(2), 235-248.

Mardiyaningsih, Dyah Ita; Dharmawan, Arya Hadi dan Tonny, Fredian. 2010. “Dina-mika Sistem Penghidupan Masyarakat Tani Tradisional dan Modern di Jawa Barat”. Artikel ilmiah dalam Sodality: Jurnal Transdisiplin Sosiologi, Komunikasi, dan Ekologi Manusia. Volume 4. Nomor 1. Halaman 115—145. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Nurhayati. 2010. “Pengaruh Teknologi Mesin terhadap Perubahan Penggunaan Kosa Kata di Bidang Pertanian (Sebuah Kajian atas Masyarakat Petani di Kabupaten Blora)”. Parole Journal of Lingu-istics and Education. Volume 1. Nomor 1 Oktober. Semarang: Universitas Dipone-goro.

Nurmayanti, Indah, dkk. 2018. Fungsi Mesin Traktor dan Alat Tradisional Pengolah Tanah. https://doi.org/10.31219/osf.io/mywvc

Prayitno dan Arsyad. 2009. Petani Pedesaan dan Kemiskinan. Yogyakarta: Balai Pertanian Fakultas Ekonomi.

Sudaryanto. 1988. Metode Linguistik. Bag. I: Ke Arah Memahami Metode Linguistik. Yog-yakarta: Gadjah Mada University Press.

Suranny, Lilyk Eka. (2014, Juni). “Alat Pertani-an Tradisional sebagai Warisan Kekaya-an Budaya Bangsa”. Jurnal Penelitian Ar-keologi Papua dan Papua Barat, 6(1), 45—p 55. Jayapura: Balai Arkeologi Papua.

Syarifuddin dan Saharudin. 2011. “Kategori dan Ekspresi Linguistik dalam Bahasa Sasak Pada Ranah Pertanian Tradisi-onal: Kajian Etnosemantik”. Jurnal Kajian Linguistik dan Sastra, 23(2), 123—138. Su-rakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Wahya; Djajasudarma, Fatimah; dan Citrares-mana, Elvi. 2017. “Istilah Alat Teknologi Tradisional Pertanian Sawah Sunda Wu-luku ‘Bajak’ dan Persebarannya secara Geografis (Sundanese Term Wuluku ‘Plow’ in Rice Farming Traditional Tech-nology and its Geographical Spread)”. Jurnal Sosioteknologi. Volume 16. Nomor 2 Agustus. Bandung: Insitut Teknologi Bandung.

Wahyuni, Tri. 2017. “Makna Kultural pada Is-tilah Bidang Pertanian Padi di Desa Boja Kabupaten Kendal Jawa Tengah (Sebu-ah Tinjauan Etnolinguistik)”. Jurnal Jala-bahasa, 13(1), 20—30.

Wardani, Gayatri Kumala. 2012. “Peralatan Pertanian Padi Tradisional di Kabupaten Magetan: Kajian Semantik”. Skripsi. Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah, Fakultas Bahasa dan Seni, Uni-versitas Negeri Yogyakarta.

https://www.klikteknik.com/blog/jenis-jenis-kultivator-sering-digunakan.htm




DOI: https://doi.org/10.26499/wdprw.v47i1.312

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats

Indexed by