PROSES KREATIF DAN KRITIK SOSIAL DALAM NOVEL BABAD NGALOR-NGIDUL KARYA ELIZABETH D. INANDIAK

Bunga Hening Maulidina, Edy Suryanto, Nugraheni Eko Wardani

Abstract


Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan proses kreatif pengarang dan kritik sosial yang terdapat pada novel Babad Ngalor-Ngidul. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data berasal dari novel Babad Ngalor-Ngidul karya Elizabeth D. Inandiak dan hasil wawancara pengarang serta pengambilan data dilakukan secara purposive sampling. Data dianalisis berdasarkan teori proses kreatif pengarang dan sosiologi sastra yang berupa tuturan, kalimat, atau wacana yang terdapat dalam sumber data. Data disaring dan diklasifikasikan sesuai tujuan penelitian, yakni terkait dengan proses kreatif pengarang dan kritik sosial. Hasil penelitian mengemukakan bahwa terdapat kaitan antara proses kreatif pengarang dan kritik sosial yang ada dalam novel Babad Ngalor-Ngidul. Proses kreatif pengarang dilandasi atas peristiwa erupsi dan gempa di Yogyakarta serta dipengaruhi interaksi pengarang dengan masyarakat Kinahrejo dan Bebekan. Adapun kritik yang terdapat dalam novel Babad Ngalor-Ngidul adalah kritik sosial, budaya, dan politik atas dinamika perubahan masyarakat pascabencana. Proses kreatif pengarang dan penyampaian pesan kritik berkelindan dalam posisi moderat karya sastra sebagai bentuk penyucian (katarsis) serta penyembuhan.

This study aims to describe and explain the creative process of authors and social criticism found in Babad Ngalor-Ngidul novel. This research use desciptive qualitative approach. Data sources in the form of Babad Ngalor-Ngidul novels by Elizabeth D. Inandiak and author interviews and data collection were carried out by purposive sampling. Data were analyzed based on the author's creative process theory and literary sociology in the form of speech, sentence, or discourse contained in the data source. Data is filtered and classified according to research objectives, which are related to the creative process of authors and social criticism. The results of the study stated that there is a connection between the creative process of the author and social criticism in the Babad Ngalor-Ngidul novel. The author's creative process is based on the eruption and earthquake events in Yogyakarta, and is influenced by the interaction of the author with the community of Kinahrejo and Bebekan. The criticisms contained in the Babad Ngalor-Ngidul novel are social, cultural and political criticisms of the dynamics of post-disaster community change. The creative process of the author and the delivery of the message of criticism are intertwined in the moderate position of literature as a form of sanctification (catharsis), and healing.


Keywords


proses kreatif; kritik sosial; novel Babad Ngalor-Ngidul; creative process; social criticism

Full Text:

PDF

References


Adian, D. 2005. Percik Pemikiran Kontemporer: Sebuah Pengantar Komprehensif. Yogyakarta: Jalasutra.

Atmaja, J. 2009. Kritik Sastra Kiri, Sebuah Pengantar Komprehensif. Denpasar: Pustaka Larasan.

Dewi, W.O. Sintia & Balawa, L.O. 2017. Kritik sosial dalam novel surat cinta untuk Kisha karya Bintang Berkisah. Jurnal Bastra, 1 (4), 1–13.

Hardiman, F. 2009. Kritik Ideologi, Menyingkap Pertautan Pengetahuan dan Kepentingan Bersama Jürgen Habermas. Yogyakarta: Kanisius.

Inandiak, E.D.2016. Babad Ngalor-Ngidul. Jakarta: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia).

Indiyanto, A. & Kuswanjono, A. 2012. Agama, Budaya, dan Bencana. Yogyakarta: PT Mizan Pustaka dan Program Studi Agama dan Lintas Budaya (Center for Religious & Cross-cultural Studies) Sekolah Pascasarjana, UGM.

Jabrohim (Ed.). 2012. Teori Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar bekerja sama dengan Masyarakat Poetika Indonesia.

Oshi, M.M. Jumaa & Babiker, Y.O. 2015. The Conditions of England as Reflected by Dickens' Social Novel. Journal of Humanities, 16 (1), 39–-45.

Kusuma, M. 2008, October 16. Elizabeth, Bawa Sastra Jawa ke Mancanegara. Kompas, p. 16.

Mahfud, M., Hamid, E. S., Marzuki, S., & Prasetyo, E. (Eds.). 1999. Kritik Sosial dalam Wacana Pembangunan. Yogya karta: UII Press.

Mahmoodi, M. 2017. Social Criticism on Works of Contemporary Women Story Writers. Advances in Language and Literary Studies, 8 (4), 50–-56. https://doi.org/10.7575/aiac.alls.v.8n.4p.50.

Nurgiyantoro, B. 2013. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Ratna, N. K. 2010. Sastra dan Cultural Stu-dies, Representasi Fiksi dan Fakta. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

___________. 2011. Antropologi Sastra: Peranan Unsur-Unsur Kebudayaan dalam Proses Kreatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

___________. 2013. Paradigma Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Soedarso. 2006. Trilogi Seni, Penciptaan, Eksistensi, dan Kegunaan Seni. Yogyakarta: BP ISI Yogyakarta.

Wellek, R., & Warren, A. 1989. Teori Kesusastraan. Jakarta: PT Gramedia.




DOI: https://doi.org/10.26499/wdprw.v47i2.187

Article Metrics

Abstract view : 193 times
PDF - 65 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats

Indexed by