BENTUK KRAMA DESA DALAM BAHASA JAWA (FORM OF KRAMA DESA IN THE JAVANESE LANGUAGE)

Mulyanto Mulyanto

Abstract


Selama ini ragam krama desa dalam bahasa Jawa dianggap sebagai bentuk olok-olok atau sebagai bahasa orang yang tidak mengerti bahasa ragam halus. Penelitian ini bertujuan untuk menaturalisasi anggapan itu dan menjelaskan secara deskriptif krama desa sebagai bahasa yang hidup. Hasilnya, pembentukan kosakata krama desa merupakan sebuah paradigma yang memiliki sistem. Walaupun dianggap sebagai bentukan yang salah dan dengan jumlah kosakata yang terbatas, krama desamemiliki sistem yang ber-sifat teratur sebagaimana pembentukan bentuk kromo atau krama inggil dari ragam ngoko. Keteraturan sistem itu berupa analogi yang kuat adanya proses pembentukan kosakata ragam kromo menjadi kromo yang lain, yang searti.

 

During this diversity the manner of krama desa in the Javanese language is considered as a form of moc-kery or as a language of people who do not understand a subtle language diversity. This study aims to natur-ralize the assumption and explain descriptively of the krama desa as a living language. As a result, the forming of krama desa vocabulary as a form of paradigm which has a system. Although considered as a wrong formation with limited numbers of vocabularykrama desa has a regular system as a forming pesta-blishment of kromo or krama inggil from ngoko. The regularity of the system in the form of a strong ana-logy ing kromo vocabularly forming pricess become another kromo synonymous.



Keywords


kromo; naturalisasi; analogi; naturalization; analogy

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.26499/wdprw.v44i2.134

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats

Indexed by